KERJA KE KOREA TANPA BIAYA SEMUA BISA POTONG GAJI---FASILITAS ASRAMA---FULL MULTIMEDIA---RUBAH HIDUP ANDA SEKARANG JUGA...Hubungi WWW.TKIMANDIRI.COM 081 555 692 631 -- 081 250 800 866 Email : info@tkimandiri.com

Korea Selatan Nyaman untuk TKI, Jumlah Naik Signifikan

Thursday, 11 August 2016 09:51 Didik Budianto
Print PDF

Proses waktu penempatan TKI yang bekerja ke Korea Selatan (Korsel) dalam dua tahun terakhir (2013 dan 2014) mengalami percepatan signifikan. Pada tahun 2013 proses penempatan TKI ke Korea rata-rata memerlukan waktu 70,3 hari. Kemudian pada tahun 2014 mengalami kemajuan menjadi rata-rata 68,46 hari atau berkurang hampir dua hari.

Demikian penjelasan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidang Penempatan Haposan Saragih di ruang kerjanya di Jakarta.  Haposan mengatakan, keterangan mengenai proses waktu percepatan penempatan TKI yang bekerja ke Korsel itu diperoleh Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur dari keterangan Kementerian Tenaga Kerja Republik Korea (The Ministry of Employment and Labour Korea/MOEL).

Keterangan itu diterima Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur pada saat menghadiri undangan workshop "Peringatan 10 Tahun Implementasi EPS (Employment Permit System)" dari Song, Young-Jung, President of Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea) yang diselenggarakan di Grand Inter Continental, Seoul, Korea, 13 - 14 Agustus 2014 lalu.

Haposan menjelaskan, penempatan TKI ke Korsel ini terjadi melalui kerjasama antar pemerintah (Government to Government/G to G) sejak tahun 2004 berdasarkan pada penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja Republik Korea (The Ministry of Employment and Labour Korea/MOEL) pada 13 Juli 2004 dan kemudian diperbarui terakhir pada 12 Juli 2013.

Didalam MoU itu disebutkan, bahwa semua pencari kerja (termasuk TKI) yang berminat untuk bekerja di Korsel diatur melalui mekanisme Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean (EPS-TOPIK) melalui Paper Based Test (PBT) maupun EPS-TOPIK melalui Computer Based Test (CBT) yang dilakukan HRD Korea dengan persetujuan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja Republik Korea (MOEL).

Ada 15 negara yang menjalin kerjasama penempatan tenaga kerja program G to G di Korsel, yaitu: Indonesia, Kamboja, Vietnam, Thailand, Filipina, Nepal, Srilangka, Myanmar, Uzbekistan, Mongolia, Bangladesh, Pakistan, China, Kirgistan, dan Timor Leste.

Dari 15 negara yang menempatkan tenaga kerja ke Korsel itu, keberadaan TKI menempati urutan ketiga dengan jumlah sebanyak 57.807 orang. Sedangkan posisi pertama Vietnam dengan jumlah tenaga kerjanya sebanyak 93.726 orang. Kemudian urutan kedua Thailand sebanyak 60.608 orang.

Didalam menghadiri workshop "Peringatan 10 Tahun Implementasi EPS (Employment Permit System)" di Grand Inter Continental, Seoul, Korea, itu Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur didampingi Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidang Penempatan Haposan Saragih, Direktur Kerjasama dan Varifikasi Penyiapan Dokumen Deputi Bidang Penempatan Bambang Supadiono, Kasubdit Pelaksanaan Penempatan Direktorat Pelayanan Penempatan Pemerintah Ismain, serta staf Direktorat Pelayanan Penempatan Pemerintah Yudi Prasetyo dan Protokol Kepala BNP2TKI Fadzar Alimin.

Mengapresiasi TKI di Korea

Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur menyambut baik dan mengapresiasi mengenai adanya proses percepatan waktu didalam penempatan TKI yang hendak bekerja ke Korsel sebagaimana keterangan Kementerian Tenaga Kerja Republik Korea (The Ministry of Employment and Labour Korea/MOEL). "BNP2TKI secara terus-menerus berupaya meningkatkan kualitas penempatan TKI ke Korea. Berikut juga meminta kepada TKI, jangan sampai menjadi pekerja ilegal. Sekiranya ingin melakukan perpanjangan kontrak kerja hendaknya dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme penempatan yang benar," katanya.

Mengenai proses percepatan waktu untuk penempatan TKI yang hendak bekerja ke Korea Selatan ini sebelumnya pernah disampaikan Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Mr Park Young Sik, kepada Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur. Tepatnya, pada saat Mr Park Young Sik beserta Atase Tenaga Kerja pada Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia Mr Kim Dohyung, dan Direktur EPS Center HRD Korea untuk Indonesia Mr Min Kyung Il melakukan kunjungan kerja ke kantor BNP2TKI di Jakarta, Kamis (30 April 2014).

Dalam perbincangannya dengan Kepala BNP2TKI, Mr Park Young Sik menyampaikan mengenai percepatan waktu dalam proses penempatan TKI yang bekerja di Korea Selatan dari 70 hari menjadi 60 hari setelah terbitkan SLC (Standard Labour Contract) untuk calon TKI dari HRD Korea, berikut proses penerbitan CCVI (Certification Confirmation of Visa Issuance).

Proses terbitnya SLC itu sebelumnya telah didahului dari proses sending data calon TKI ke Korea - melalui validasi berkas lamaran calon TKI yang dilengkapi dokumen ketenagakerjaan yang telah ditentukan persyaratannya. Berikut bila telah memenuhi syarat akan di-entry dan selanjutnya disending ke Kementerian Tenaga Kerja Republik Korea (The Ministry of Employment and Labor Korea/MOEL) untuk ditawarkan ke calon users (pengguna) atau perusahaan-perusahaan di Korea Selatan.

Calon TKI cukup dengan memonitor di website www.bnp2tki.go.id. Bagi calon TKI yang disetujui sendingnya, maka akan ditindaklanjuti dengan diterbitkannya SLC. Setelah diterbitkannya SLC oleh Pemerintah Korea Selatan kemudian diserahkan ke BNP2TKI. Berikut BNP2TKI melalui stafnya di Direktorat Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidang Penempatan melakukan pemanggilan kepada TKI bersangkutan untuk kemudian mengikuti Preliminary Training yang dilaksanakan selama 45 jam pelajaran (6 hari).

Adapun hal-hal yang diberikan selama Preliminary Training antara lain: pelajaran bahasa Korea, menulis, mendengar dan percakapan; pengenalan budaya dan sejarah Korea; pengenalan EPS (Employment Permit System); pengenalan keselamatan kerja; pengenalan sistem kerja perusahaan dan kondisi kerja; dan Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP). Selain itu, setiap calon TKI yang bekerja ke luar negeri diwajibkan memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) sebagaimana diamantakan Undang Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI Di Luar Negeri.

Setelah menjalani Preliminary Training, calon TKI masih disyaratkan menunggu terbitnya CCVI dari Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia. Dari terbitnya SLC sampai terbitnya CCVI inilah yang diinginkan Pemerintah Korea sebagaimana disampaikan Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Mr Park Young Sik yang tadinya membutuhkan waktu kurang lebih selama 70 hari dipercepat menjadi 60 hari.

Di Busan Meraih Won

Selain menghadiri workshop "Peringatan 10 Tahun Implementasi EPS (Employment Permit System)" di Grand Inter Continental, Seoul, Korea, dua hari sebelumnya (Senin - Selasa, 11 - 12 Agustus 2014), Kepala BNP2TKI dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Busan, Korsel. Di Busan, Kepala BNP2TKI di antaranya mengunjungi Poleteknik Korea. Gatot Abdullah Mansyur dan rombongan diterima Do Jae-Yoon Phd, President Korean Polytechnic.

Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur dan President Korean Polytechnic Do Jae-Yoon Phd mengadakan kerjasama terkait peningkatan kualitas TKI. Pertama, Politeknik Korea didalam setiap bulannya memberikan kursus atau pelatihan kerja sesuai bidang kerjanya kepada 25 TKI yang akan pulang ke Indonesia saat menjelang habis masa kontrak kerjanya. Pelatihan diberikan sekali dalam seminggu dengan durasi waktu 8 jam.

Kedua, Politeknik Korea bersedia mentraining para trainer TKI Korea dari Indonesia. Terkait dengan training untuk trainer TKI Korea ini, BNP2TKI akan mengkomunikasikan dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Di Busan, Kepala BNP2TKI dan rombongan juga melakukan kunjungan kerja ke Taegeum Jeong Co, Ltd, yakni perusahaan resaikel peleburan baja bekerjasama dengan Posco di Korea yang banyak mempekerjakan TKI baru dan TKI re-entry. Berikut, melakukan kunjungan ke pabrik onderdil otomobil Taejun Precision yang banyak menggunakan jasa TKI.

Selain itu, Kepala BNP2TKI dan rombongan melakukan kunjungan ke KBIZ (Korea Federation of SMes), yakni lokasi pelatihan bagi TKI yang baru tiba di Korea. Setiap TKI baru sebelum menjalani pekerjaan di Korea dilakukan masa orientasi kerja selama tiga hari di KBIZ. Berikut KBIZ juga melakukan cek kesehatan pada TKI. Membantu kasus-kasus yang dialami TKI dengan pekerja asing lainnya, membantu TKI yang mengalami kecelakaan kerja, dan pengurusan sistem izin kerja.

Last Updated on Thursday, 11 August 2016 02:58

Support Center

Pengelola : Didik Budianto
WWW.TKIMANDIRI.COM
081 555 692 631 -- 081 250 800 866
Email : tkimandiri@yahoo.co.id
jl.kesatriyan 90 sutojayan lodoyo blitar jawa timur

Rekening Bank

Atas Nama : TKI MANDIRI
Nomor Rekening :
3502-01-000624-50-8

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini38
mod_vvisit_counterKemarin35
mod_vvisit_counterMinggu Ini321
mod_vvisit_counterBulan Ini1019
mod_vvisit_counterSemua42366

Online Saat Ini

We have 12 guests online